Guna melindungi keberadaan hutan tropis tersebut, pakar lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM), Tjut Sugandawaty Djohan, mendesak menteri kehutanan menghentikan pembukaan hutan, untuk lahan industri perkebunan kelapa sawit. Menurut dia, kondisi tersebut dapat dilakukan dengan memperpanjang kebijakan moratorium izin perkebunan kelapa sawit.
beberapa bulan lalu sempat menjadi persoalan bahwa suku yerisiam menyuarakan keselamatan potensi alamnya yang exploitasi, pembalakan liar dan proses pembiaran yang dilakukan oleh pemerintah atas dua perusahan kelapa sawit PT. Nabire Baru bersama PT. Sariwana Unggul Mandiri
Dalam hal ini terjadi pengambilan SDA milik Suku Besar Yerisiam di kota nabire itu yang merupakan kota tua di wilayah tengah papua, sayang dan sangat memprihatinkan, kayu, rotan dan mahluk hidup yang ada di atas areal tersebut digusur dan mati tanpa ada pertanggungjawaban.
Penebangan sudah berlangsung jauh hingga menuju tempat larangan secara ada di sebut areal-arel keramat, dusun-dusun sagu dan pinggiran pantai.
Ada Ribuan pohon kayu putih dan rotan yang memiliki nilai komersial diterlantakan dan dikuburkan begitu saja. Sedangkan kayu merbau/kayu besi terus menjadi buruan dan incaran kedua perusahan tersebut.
#SAVEYERESIAM #NABIRE #PAPUA
Memang benar bahwa tidak mudah mengembalikan lahan perkebunan kelapa sawit untuk menjadi hutan kembali Peneliti ekologi dan konservasi . Satu-satunya jalan adalah menutup peluang penambahan pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit yang baru.


0 Komentar